Hotel Budget di Surabaya
Senin, 02 November 2015
0
komentar
Waktu Mbak Avy -- Koordinator Konek (Kompasianer Bonek Surabaya) menginformasikan bila ada sarana penginapan untuk blogger atau kompasianer yang datang di acara Pameran Produksi Indonesia 2015 (PPI2015), saya segera teringat dengan hotel yang sama yang pernah saya singgahi waktu aktivitas Kompasiana berbarengan Google Indonesia. FaveHotel, suatu hotel yang menurut saya demikian romantis.
***
Selepas pulang dari kantor, saya segera menuju FaveHotel Graha Agung di Surabaya Barat. Tepatnya di Pakuwon Square dekat dengan Pakuwon Trade Centre (PTC) yang pernah saya kunjungi sekian kali. Sesungguhnya saya baru tahu bila di Surabaya ini, nyatanya ada pula FaveHotel seperti di Jakarta. Nyatanya memanglah, FaveHotel Graha Agung ini adalah hotel ke-2 di Surabaya yang grand openingnya pada 10 Mei 2014. Sedang FaaveHotel pertama ada di pusat kota Surabaya yang di kenal dengan nama FaveHotel Mex.
***
Selepas pulang dari kantor, saya segera menuju FaveHotel Graha Agung di Surabaya Barat. Tepatnya di Pakuwon Square dekat dengan Pakuwon Trade Centre (PTC) yang pernah saya kunjungi sekian kali. Sesungguhnya saya baru tahu bila di Surabaya ini, nyatanya ada pula FaveHotel seperti di Jakarta. Nyatanya memanglah, FaveHotel Graha Agung ini adalah hotel ke-2 di Surabaya yang grand openingnya pada 10 Mei 2014. Sedang FaaveHotel pertama ada di pusat kota Surabaya yang di kenal dengan nama FaveHotel Mex.
Masuk lobby, saya segera menuju ke meja resepsionis serta mengatakan nama. Sambutan resepsionis cukup baik. Selang beberapa saat, seseorang gadis muda cantik datang hampiri serta menegur saya. Namanya Sabrina Rachmani sebagai sales manager di FaveHotel Graha Agung ini. Sebagian info sekitar hotel saya peroleh dari beliau. Termasuk juga warna hotel yang benar yakni magenta, bukannya pink seperti persepsi saya sampai kini.
Sesudah terima kunci kamar berbentuk kartu magnetic, saya selekasnya menuju kamar untuk bersihkan diri. Maklum, sepanjang hari Surabaya demikian panas menyengat serta terasa bakal demikian fresh untuk mandi dibawah pancuran. Nyatanya, kamar standard di FaveHotel Graha Agung ini semakin besar dari yang pernah saya menempati di Blok M. Memanglah dari sisi rencana terus sama, dengan interior serta warna magenta dibagian dinding tempat tidur serta yang saya ingat benar yaitu suatu bantal magenta bertuliskan Fave. Oh ya, lobby disini juga tambah lebih luas serta romantis dari pada yang di Blok M Jakarta. Sofa magenta serta seperangkat piano classic yang bikin kesan romantis serta menawan, jadi cukup kuat.
Sesudah mandi serta beristirahat sebentar, saya keluar hotel untuk berjalan-jalan sekalian wisata kuliner di Pakuwon Trade Center (PTC) yang letaknya cukup dekat dari FaveHotel Graha Agung. Tak hingga 5 menit, saya berjalan-jalan serta nikmati khas makanan Jepang di PTC. Satu 1/2 jam lalu, saya telah kembali pada hotel dengan perut terasa kenyang serta membawa barang belanjaan.
Barusan buka internet dari Free Wifi hotel sembari melihat TV cabel yang menyedikan 60 channel, telpon kamar berdering yang nyatanya dari Mas Nuzulul Arifin yang memperoleh kamar samping saya. Selang beberapa saat, Mas Arifin telah berhimpun dengan saya di kamar, memperbincangkan beberapa hal. Selanjutnya datang juga Mas Malik serta Mas Selamet Hariadi -- kompasianer dari Malang dengan kata lain Bolang. Jadilah kami berempat berkumpul di kamar bercakap apapun yang terlintas. Sampai... pada akhirnya saya demikian mengnatuk serta majelis kompasiana di kamar ditutup seputar jam 1 awal hari.
***
Pagi hari sesudah mandi, saya mengajak Mas Malik untuk sarapan berbarengan di Tectona Grandis Restaurant. Bermacam makanan dari mulai roti, bubur ayam, buah, corn milk serta makanan berat seperti nasi putih, telah terhidang untuk disantap. Saya pilih makanan pembuka dengan bubur ayam dengan satu gelas juice guava yang fresh. Satu mangkuk bubur ayampun dengan cepat di-download completed. Saya menuju ke meja hidangan kembali. Kesempatan ini saya pilih segera makanan nasi putih, supaya jangan sempat terlampau banyak makan yang bikin metabolisme terganggu untuk orang yang telah tak akan muda. Sepiring nasi jumlah kecil, miehun, capjay, ayam serta kerupuk telah kian lebih cukup untuk sarapan. Malah yang unik yaitu makanan pembuka Mas Selamet Hariadi yang menggabungkan pada roti tawar dengan buah-buahan. Oke saja, yang utama happy ya Mas Selamet. Posisi FaveHotel Graha Agung ini memanglah strategis di Surabaya barat. Dari kaca lobby bisa tampak mobil yang melintas ramai di jalan paling utama ke arah Kampus Negeri Surabaya serta beragam perumahan besar serta lapangan golf. Sebagian gedung perkantoran serta mall PTC bikin situasi di seputar hotel jadi cukup ramai untuk ukuran suatu kota baru. Hotel di surabaya ini memanglah memiliki konsep Smart Biaya Traveler, yang harga sewa per malamnya cukup terjangkau untuk type hotel biaya di Surabaya dengan pilihan Superior, Deluxe sampai Suit.
Tetapi sekali lagi, saya sukai hotel ini lantaran nuansa romantisnya. Sayangnya saya bermalam dengan rekan-rekan kompasianer yang seluruhnya laki-laki. Huft.... Lain waktu saya bakal ajak istri saya bermalam di FaveHotel, untuk kembali mengenang masa-masa bln. madu dahulu bisanya cuma dirumah kontrakan. Saya bakal mainkan suatu lagu romantis dari Krispatih dengan iringan piano yang ada di lobby hotel. Romantis kan...
Sesudah terima kunci kamar berbentuk kartu magnetic, saya selekasnya menuju kamar untuk bersihkan diri. Maklum, sepanjang hari Surabaya demikian panas menyengat serta terasa bakal demikian fresh untuk mandi dibawah pancuran. Nyatanya, kamar standard di FaveHotel Graha Agung ini semakin besar dari yang pernah saya menempati di Blok M. Memanglah dari sisi rencana terus sama, dengan interior serta warna magenta dibagian dinding tempat tidur serta yang saya ingat benar yaitu suatu bantal magenta bertuliskan Fave. Oh ya, lobby disini juga tambah lebih luas serta romantis dari pada yang di Blok M Jakarta. Sofa magenta serta seperangkat piano classic yang bikin kesan romantis serta menawan, jadi cukup kuat.
Sesudah mandi serta beristirahat sebentar, saya keluar hotel untuk berjalan-jalan sekalian wisata kuliner di Pakuwon Trade Center (PTC) yang letaknya cukup dekat dari FaveHotel Graha Agung. Tak hingga 5 menit, saya berjalan-jalan serta nikmati khas makanan Jepang di PTC. Satu 1/2 jam lalu, saya telah kembali pada hotel dengan perut terasa kenyang serta membawa barang belanjaan.
Barusan buka internet dari Free Wifi hotel sembari melihat TV cabel yang menyedikan 60 channel, telpon kamar berdering yang nyatanya dari Mas Nuzulul Arifin yang memperoleh kamar samping saya. Selang beberapa saat, Mas Arifin telah berhimpun dengan saya di kamar, memperbincangkan beberapa hal. Selanjutnya datang juga Mas Malik serta Mas Selamet Hariadi -- kompasianer dari Malang dengan kata lain Bolang. Jadilah kami berempat berkumpul di kamar bercakap apapun yang terlintas. Sampai... pada akhirnya saya demikian mengnatuk serta majelis kompasiana di kamar ditutup seputar jam 1 awal hari.
***
Pagi hari sesudah mandi, saya mengajak Mas Malik untuk sarapan berbarengan di Tectona Grandis Restaurant. Bermacam makanan dari mulai roti, bubur ayam, buah, corn milk serta makanan berat seperti nasi putih, telah terhidang untuk disantap. Saya pilih makanan pembuka dengan bubur ayam dengan satu gelas juice guava yang fresh. Satu mangkuk bubur ayampun dengan cepat di-download completed. Saya menuju ke meja hidangan kembali. Kesempatan ini saya pilih segera makanan nasi putih, supaya jangan sempat terlampau banyak makan yang bikin metabolisme terganggu untuk orang yang telah tak akan muda. Sepiring nasi jumlah kecil, miehun, capjay, ayam serta kerupuk telah kian lebih cukup untuk sarapan. Malah yang unik yaitu makanan pembuka Mas Selamet Hariadi yang menggabungkan pada roti tawar dengan buah-buahan. Oke saja, yang utama happy ya Mas Selamet. Posisi FaveHotel Graha Agung ini memanglah strategis di Surabaya barat. Dari kaca lobby bisa tampak mobil yang melintas ramai di jalan paling utama ke arah Kampus Negeri Surabaya serta beragam perumahan besar serta lapangan golf. Sebagian gedung perkantoran serta mall PTC bikin situasi di seputar hotel jadi cukup ramai untuk ukuran suatu kota baru. Hotel di surabaya ini memanglah memiliki konsep Smart Biaya Traveler, yang harga sewa per malamnya cukup terjangkau untuk type hotel biaya di Surabaya dengan pilihan Superior, Deluxe sampai Suit.
Tetapi sekali lagi, saya sukai hotel ini lantaran nuansa romantisnya. Sayangnya saya bermalam dengan rekan-rekan kompasianer yang seluruhnya laki-laki. Huft.... Lain waktu saya bakal ajak istri saya bermalam di FaveHotel, untuk kembali mengenang masa-masa bln. madu dahulu bisanya cuma dirumah kontrakan. Saya bakal mainkan suatu lagu romantis dari Krispatih dengan iringan piano yang ada di lobby hotel. Romantis kan...
Baca Selengkapnya ....
